Tuesday, June 24, 2008

Beri Suap atau Tidak Makan !

Suap dalam mencari proyek, kondisi yang ’sudah dianggap wajar’ di republik tercinta memang sudah sangat mengkhawatirkan. Seperti ‘harus’ memberikan suap kepada pejabat pengambil keputusan agar mendapatkan proyek.

Sungguh ini adalah ujian berat bagi kita para pengusaha muslim, apakah kita yakin bahwa rezeki kita ditentukan oleh Allah Ta’ala atau ditentukan oleh pejabat tersebut ? Siapa yang lebih berkuasa ? Allah atau manusia ?

Jika kita yakin bahwa kalau kita tidak memberikan suap maka bagaimana bisa berbisnis ? maka berarti kita yakin bahwa Allah Ta’ala bukan penentu rezeki bagi hambanya. Maka jika demikian, Allah akan membenarkan keyakinan kita, karena Allah beserta sangkaan hambanya!

Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” QS. Saba’:24

“Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” QS. Ali ‘Imran:37

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu , ia berkata : “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melaknat yang memberi suap dan yang menerima suap”.[HR At-Tirmidzi, 1/250; Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad 2/164,190. Syaikh Al-Albani berkata,”Shahih.” Lihat Irwa’ Ghalil 8/244]

Sayang kebanyakan dari kita menyetujui konsep pedagang yang selama ini sudah putus asa, mereka yang punya keyakinan “jangankan cari rezeki halal, yang haram saja sulit” atau “kalau tidak begini bagaimana bisa cari uang?”

Ini ujian kehidupan, bersabarlah! dengan sabar terhadap larangan Allah, maka insyaAllah akan diganti dengan rezeki yang halal yang berlimpah.

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” QS. Ath Thalaaq:2-3

Banyak yang sudah membuktikan, termasuk saya sendiri bahwa dengan menolak budaya suap dalam mencari proyek akan dibukakan jalan keluar dan rezeki yang jauh lebih baik dari nilai proyek2 yang ada bumbu suap didalamnya. Memang diawalnya berat, tapi dengan kesabaran dan bersunguh-sungguh dalam berikhtiar insyaAllah waktunya pasti datang.

Hindari suap, karena suap dalam mendapatkan proyek dapat diartikan bekerjasama dalam kemaksiatan dan pelanggaran.

“Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertawaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya”. QS. Al-Ma’idah : 2

Ada banyak jalan keluar yang diberikan Islam untuk mendapatkan rezeki halal, bekerja bersungguh - sungguh, banyak berbuat baik kepada manusia, bersodaqoh, istighfar, silaturahmi, zakat, dsb… bukannya dengan suap, riba dan tipu muslihat.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kemungkinan untuk mendapatkan sebuah proyek akan jauh lebih besar jika kita menjalankan aksi suap tsb. Tapi ingat, kita berbisnis bukan untuk cari proyek tapi cari rezeki yang halal !!

Rezeki jangan dilihat dalam bentuk uang/harta semata, ketenangan batin, anak-anak yang soleh, istri yang solehah, kesehatan, dsb… adalah rezeki yang lebih berharga daripada uang yang melimpah. Jadi untuk apa harta melimpah tapi batin tersiksa, anak yang durhaka, mati bunuh diri, masuk neraka, dst… befikirlah wahai pengusaha muslim, jika Anda ingin dirahmati Allah Ta’ala dan ingin bahagia dunia akhirat.

Semoga semua pengusaha muslim khususnya yang bergabung dimilis ini dapat terhindar dari praktek suap ini dan diberi kesabaran jika mendapati kondisi yang berat ‘beri suap atau tdk makan!’, dan semoga Allah memberikan rezeki yang berlimpah dari jalan yang halal yang membawa kebahagiaan bagi kita. Amin.

0 komentar: